- Back to Home »
- Miscellaneous »
- Museum Ronggowarsito: Sebuah Perjalanan Wisata Mengenal Budaya Jawa
Posted by : Unknown
Sunday, June 21, 2015
Museum
Ronggowarsito
Sebuah
Perjalanan Wisata Mengenal Budaya Jawa
Museum Ranggawarsita (Ronggowarsito) yang ada
di kawasan bundaran Kalibanteng sudah sejak lama membuat saya penasaran. Karena
hampir tiga tahun melewatinya, tapi tak pernah sekalipun menyambangi. Hingga
akhirnya rasa penasaran saya terjawab sudah oleh kunjungan yang diadakan oleh Pak
Rikza Chamami yang dilaksanakan bersama teman-teman mata kuliah Islam dan
Budaya Jawa pada Ahad 10 Mei 2015.
Saat memasuki memasuki museum Ronggo Warsito
tepatnya di gedung A lantai 1 maka akan disambut dengan lukisan yang megah
tersebut. Lukisan itu sering disebut dengan Gunungan dan Blumbangan. Betuk
lukisan tersebut hampir sama dengan gunungan yang di gunakan dalam pewayangan.
Lukisan ini menggambarkan alam semesta isi lingkungan manusia. Tradisi gunungan
blumbangan pertama kali dirancang oleh R. Patah, Raja Demak abad ke-15. Gunungan
ini merupakan simbol filosofis bagi masyarakat Jawa dalam rangka menegakkan
sendi-sendi perkembangan dan proses pembentukan budaya masyarakat Jawa.
Gunungan blumbangan mempunyai makna yang sangat mendalam, antara gambar-gambar
tersebut mempunyai makna dalam kehidupan. Gunung blumbangan diyakini mempunyai
falsafah bahwa untuk mencapapi tujuan yang mulia akan selalu mendapat
rintangan.
Masih di gedung A1 lantai 1, saya disuguhi ruang sejarah alam, dari lukisan sejarah terjadinya alam semesta. Berisi koleksi bantuan meteorit, gerhana, gunung api, batuan dan hewan-hewan yang diawetkan. Langsung berlanjut ke gedung B1, tempat sejarah masa hindu-budha dan islam yang disambut dengan gapura masjid kudus. Ada banyak peninggalan Islam yang ada di Jawa Tengah, yang cukup menarik bagi saya adalah Jambangan, Padasan Sunan Bayat, Al-qur’an Kuno Sunan Bayat, Sirap Atas Menara Masjid Demak, dan Menara Masjid Kudus.
1. Jambangan
Jambangan yang diperkirakan berasal dari abad 15 masehi tersebut merupakan wadah air untuk bersuci saat meu memasuki makam Nyi Ageng Maloka (putri Sunan Ampel) yang merupakah tokoh penting penyebar agama Islam di Rembang.
2. Padasan Sunan Bayat
Sunan Bayat adalah seorang tokoh religius penyebar agama Islam di kawasan Jawa Tengah pada abad 16. Sunan Bayat berjuang menyebarkan agama Islam pada waktu yang sama dengan Wali Sanga. Dan karena kebesaran nama dan pengaruhnya, Sunan Bayat bahkan dianggap sebagai Wali yang kesepuluh dari Wali Sanga. Gentong Sinaga dipercaya sebagai padasan atau tempat air wudhu Sunan Bayat.
3. Al-qur’an Kuno Sunan Bayat
Alquran ini buatan akhir abad 17, kertasnya dari kulit kambing yang disamak. di dalam mushaf tersebut terdapat kalimat dalam huruf Arab pegon (huruf Arab namun berbahasa Jawa).
4. Sirap Atap Menara Masjid Demak
Masjid Demak menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna, yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan.
5. Menara Masjid Kudus
Menurut sejarah masjid ini didirikan pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi yang dibangun oleh Ja’far Sodiq atau yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus. Hal ini dapat diketahui dari enkripsi ( sandi ) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahsa Arab.Masjid Menara Kudus menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi.
Masih di gedung A1 lantai 1, saya disuguhi ruang sejarah alam, dari lukisan sejarah terjadinya alam semesta. Berisi koleksi bantuan meteorit, gerhana, gunung api, batuan dan hewan-hewan yang diawetkan. Langsung berlanjut ke gedung B1, tempat sejarah masa hindu-budha dan islam yang disambut dengan gapura masjid kudus. Ada banyak peninggalan Islam yang ada di Jawa Tengah, yang cukup menarik bagi saya adalah Jambangan, Padasan Sunan Bayat, Al-qur’an Kuno Sunan Bayat, Sirap Atas Menara Masjid Demak, dan Menara Masjid Kudus.
1. Jambangan
Jambangan yang diperkirakan berasal dari abad 15 masehi tersebut merupakan wadah air untuk bersuci saat meu memasuki makam Nyi Ageng Maloka (putri Sunan Ampel) yang merupakah tokoh penting penyebar agama Islam di Rembang.
2. Padasan Sunan Bayat
Sunan Bayat adalah seorang tokoh religius penyebar agama Islam di kawasan Jawa Tengah pada abad 16. Sunan Bayat berjuang menyebarkan agama Islam pada waktu yang sama dengan Wali Sanga. Dan karena kebesaran nama dan pengaruhnya, Sunan Bayat bahkan dianggap sebagai Wali yang kesepuluh dari Wali Sanga. Gentong Sinaga dipercaya sebagai padasan atau tempat air wudhu Sunan Bayat.
3. Al-qur’an Kuno Sunan Bayat
Alquran ini buatan akhir abad 17, kertasnya dari kulit kambing yang disamak. di dalam mushaf tersebut terdapat kalimat dalam huruf Arab pegon (huruf Arab namun berbahasa Jawa).
4. Sirap Atap Menara Masjid Demak
Masjid Demak menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna, yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan.
5. Menara Masjid Kudus
Menurut sejarah masjid ini didirikan pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi yang dibangun oleh Ja’far Sodiq atau yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus. Hal ini dapat diketahui dari enkripsi ( sandi ) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahsa Arab.Masjid Menara Kudus menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi.