Posted by : Unknown Wednesday, July 27, 2016

Entah apa yg harus ku katakan utk meyakinkan, jika memang keadaan tak sanggup utk bertahan. | Entah dengan apa aku mengumpulkan, jika memang sebuah pecahan tak dpt lagi disatukan. | Jauh hari aku berencana dan berdiskusi, kiranya janji dpt meneguhkan komitmen diri. | Namun, tetap saja, kita memiliki dunia dan visi tersendiri. | Janji harus takluk oleh regulasi. Prioritas mengalahkan integritas. || Jujur, aku kecewa berat. | Pada keadaan yg seakan tak mengizinkan. | Pada kalian yg seakan hilang ditelan gelombang. | Pada kapal yg sudah berlayar masing-masing ke lautan. | Yah, memang benar, kedekatan emosional yg telah kita bina, memang cukup sampai di sana. | Di linangan air mata perpisahan, di kala sesak dada mengucap selamat tinggal. | Benar-benar sebuah perpisahan. Selamat tinggal.. | Imajinasi kejam tiba-tiba hadir dlm fikiran. | "Kapan kita bersama lg? Nanti kita tetap bersama-bersama kan?" | Fatamorgana itu, kini beriak tak jelas entah nyata atau bukan. | Perkataan semu itu kini terbang ditiup angin lalu. | Perkataan klise yg sarat bualan dan dusta. | Tak seindah lagu-Tak ada dusta di antara kita. || Aku kecewa berat. | Lantas, bukan melalui teriakan keras atau kata menusuk dada. | Biarkan, biarkan aku mengalirkan emosiku lewat sajak dan tulisan. | Pada seseorang yg menjawab tak masuk akal. | Pada seseorang yg bahkan tak menjawab apapun sampai sekarang. | Aku kecewa. || Kecewa, lalu apa? | Kecewa, mau bagaimana? | Sepersekian menit aku teramat kecewa. | Lantas ku cukupkan diriku utk merelakan. | Cukuplah sampai disitu fikiranku keruh. | Cukuplah sampai disana batin dan logika jadi musuh. | Yah, mau bagaimana lagi? | Menyalahkan keadaan? Menyalahkan jadwal? Memusuhi perbedaan? Menghardik kemunafikan? | Ah, terlalu jauh aku berprasangka dan melampiaskan kemarahan. | Sudah jelas, beginilah takdir! | Berencana matang, Tuhan yg memutuskan. | Ingin bersama, Tuhan tak mengizinkan. | Bahkan jelas-jelas berusaha, Tuhan berhak menolak mentah sesukanya. || Yah, mau bagaimana lagi? | Que Sera Sera. Yah, memang begitu adanya. ------------ || Tapi aku merenungkan lagi, bagaimana kiranya perasaan kecewa pak Tris, bu Gin, bu Darsini? | Bagaimana kiranya perasaan mereka-yg akan&telah kita sakiti, dg tak dpt berkunjung sekedar 'sungkem' Halal Bi Halal? | Bagaimana jika mereka amat menunggu kedatangan kita? | Janji mana janji? | Lalu, tiba-tiba rencana tak (blm) dpt dibuat kenyataan. | Aku takut. Kekecewaan orang tua lebih berbahaya. | Memang zaman sekarang, sarana komunikasi dipermudah teknologi. | Tapi komunikasi terbaik adl pertemuan, ada kedekatan personal dan emosional. | Aku sudah tak kecewa. | Bagaimana jika 'Orang Tua' kita kecewa? || Entahlah.. | Mau bagaimana? | Cukup sederhana, kapan?!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2025 The Pieces of My Life - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -