Showing posts with label Poetry. Show all posts

Terkadang..

Terkadang Tuhan membiarkan kita terjebak dalam situasi salah dan menyakitkan untuk membuat kita menjadi dewasa. | Terkadang Tuhan memberikan sesuatu yg menurut kita 'ga adil' untuk membuat kita menjadi lebih baik. | Terkadang Tuhan menaruh kita dalam situasi buruk hanya untuk membuat kita belajar tentang hidup. | Terkadang Tuhan melepaskan kita di jalan penuh duri agar kita bisa lebih berhati hati. | Cara Tuhan mengajari kita tentang hidup mungkin terkadang menyakitkan. | Cara Tuhan memberitahukan pada kita tentang benar dan salah mungkin juga tidak selalu enak. | Tapi percayalah, bagian yg menyakitkan dan tidak enak itu hanyalah sebagian kecil dari rencana besar Tuhan tentang kita. | Iya, kita pun hanya bagian kecil dari rencana besar Tuhan. | Semua pasti berakhir baik. Ketika belum baik, maka itu belum berakhir.

Sayonara Minnasan

It’s always hurt to see you cry | To see tears falling like rain from the sky | And there’s no answer for why | No matter I try || It’s always hurt to know there’s nothing I can do | And fact that I don’t even know what to do | It’s so sad but so true | Feels like the color blue || Someday we’ll see we were wrong | And then we realize the day has done | Time won’t turn back, it’s no use to regret | It’s not easy to say good bye, but someway we have to try || Sometimes it’s hurt to remember | About the days we had together | And a piece of heart inside me | Carved with your smile, you can see… || It was the day when We used to care | Think about the time, anytime, anywhere | The day when We used to playing around | Bullying as our habitual action | When the night was so cold and we slept in the same pillow | The midnight came with the laugh and sorrow || That’s the history, saved properly in my memory | Now we would be so far and so different, and yet so silent…. | No voices when you say, just few words on my display || That’s OK. Thanks anyway…

Titik Koma

Apakah dunia pantas utk ditertawakan? Saat air mata menetes krn kelaparan, saat darah mengalir akibat perang. Apakah dunia patut utk dilucukan? Ketika jantung terhunus pedang, ketika anak-anak terlantar akibat perseteruan. Ah, dunia memang panggung sandiwara. Sang dalang memang-semestinya, seenaknya saja memainkan wayang. Dunia-Memang begitulah adanya, makanya 'pencitraan' itulah yg aku gunakan.

- Copyright © The Pieces of My Life - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -