Pokemon Go: Be wise gamer!

Seminggu belakangan, publik digegerkan dg kemunculan game pokemon go. Game berbasis GPS dg tipe AR (Augmented Reality) ini amat mengguncang dunia millenia yg memang haus teknologi dan informasi. | Digadang jadi game AR yg menawarkan keasyikan bermain game, Niantic selaku vendor (developer) game tersebut menjanjikan keseruan bermain game yg berbeda. | Jika game-game biasanya cuma duduk di tempat, pergerakan tubuh hanya berpusat di tangan dan gerak mata. Maka game pokemon go tidaklah seperti itu, pokemon go menuntut player untuk bergerak dan menyusuri maps, mencari dan menangkap pokemon di lokasi yg ditunjukkan oleh maps. | Pokemon go seakan memaksa kita untuk bernostalgia dg sebuah anime jadul berjudul sama Pokemon yaitu menceritakan kisah petualangan Satoshi mengembara ke berbagai tempat dg ditemani Pikachu dan bercita-cita menjadi Pokemon Master. | Ingatan masa kecil tentang indahnya berpetualang dan mencari pokemon legendaris itu agaknya memotivasi kalangan pemuda dan orang dewasa yg rata-rata lahir di tahun 90-an. || Respon masyarakat pun beragam. Ada yang menyambut senang hati, ada pula yg mengecam dan melarang dg dalih macam-macam. | Tak bisa dipungkiri jika dilihat dari kaca mata yg berbeda, suatu hal bisa nampak beda. | Ada pihak yg melarang permainan ini berdasarkan tercurinya data-data negara, dikhawatirkan penyelusuran player ke berbagai tempat memungkinkan sampai pada instansi pemerintahan, dg aktifnya kamera saat bermain, mereka menduga data berupa lokasi dan tempat penemuan pokemon direkam oleh server pokemon go. | Spekulasi terjadi, istana negara dan badan pemerintahan merupakan sarang pokemon legendaris. Lalu dg tegas melalui kementrian pendayagunaan aparatur negara dan BIN melarang permainan ini dimainkan di instansi pemerintahan dan saat jam kerja. | Anggapan ini agaknya berlebihan dan sedikit ngawur. Sudah jelas sekali ada regulasi ketat tentang keamanan di instansi pemerintahan. Jika dalih keamanan data negara, seharusnya tim cyber-security yg ditingkatkan. Dan jika kekhawatiran tentang keamanan yg jadi alasan, mengapa Amerika Serikat yg jadi garda depan menyoal internet-security tak mempermasalahkannya. || Pihak lain menyebutkan khawatir dg keamanan player dikarenakan pemain dituntut fokus ke smartphone menjadikan konsentrasi buyar sepanjang jalan. | Kasus-kasus kecelakaan dan kriminalitas cukup jadi bukti pokemon go masuk kategori game berbahaya. | Anggapan diatas juga berlebihan, game itu ibarat pisau, tujuan tergantung pemakai pisau tersebut, baik/buruk sesuka hati pemegang pisau. | Pemain game yg cerdas pun seharusnya faham bagaimana bermain dg bijak. Masalahnya, pemain game yg tak memahami filosofi game sering terlena dan berlebihan dlm bermain game, biasanya pemain yg bermain krn pelampiasan dan gengsi akhirnya mengejar popularitas semata. | Pihak lain tak kalah melarang bahkan meng-haram-kan. Alasan utama krn game dpt melupakan Tuhan, menggiring pelakunya utk fokus pada kesenangan dunia dan menjadikan lalai beribadah. Alasan lain krn game tersebut merupakan misi Tatanan Dunia Baru (New World Order) oleh 'Wahyudi dan Mamarika'. | Tak aneh memang, kalangan agamawan khawatir dg kehadiran game dpt membalikkan posisi Tuhan di hadapan hamba. Tapi sejatinya, dunia memang sebuah permainan dan senda gurau. Untuk dimainkan dg benar bukan untk dipermainkan. | Jadi, bermain game sah-sah saja jika tak berlebihan. Bukankah suatu hal yg berlebihan memang tak baik. || Sebagai Gamer-pemain >30 judul game PC, PS&Smartphone berbagai genre game dari RPG, FPS, Open-World, Adventure, Action, dll. | Demam Pokomen Go perlu diawasi dan ditanggapi dg bijak. Boleh jadi kemunculan game ini dinantikan krn muak dg hiburan yg tak lagi menyenangkan, tengok saja sinetron semrawut, acara musik abal-abal, kartun dicekal, gosip artis yg ga mutu. | Atau boleh jadi game ini hanya merupakan hobi musiman seperti musim batu akik beberapa tahun yg lalu. | Dan boleh jadi game ini adalah generasi awal teknologi mutakhir selanjutnya. || Game Pokemon Go perlu diawasi dan ditanggapi dg bijak. Sebab sejatinya semua permainan memiliki dua sisi, baik/buruk tergantung pemain, dapat menjadi edukasi dan sarana berpikir teliti atau alat mematikan utk tindakan kriminal || A smart gamer plays game wisely. ^_^

(Bukan) update status Facebook

"Pak luthfi, kenapa jarang sekali FB-an? Atau aktif di medsos lain kayak teman-teman?" | "Padahal aku pengen lho ngobrol"/chat banyak hal.." Ia melanjutkan. | Aku hanya tersenyum menanggapinya. || Pertama, aku memang kurang antusias posting status 'publik' di jejaring sosial khususnya FB. | Bukan krn anti FB atau sebab alergi status" alay, lebay dan berita palsu (hoax) tapi hanya kurang suka saja dg 'ekspose' diri sendiri. | Padahal cukup intens aku FBan, meski status obrolan dg sengaja selalu 'tidak aktif'. | Kalau saja tahu, status FBku cukup banyak, hampir tiap hari ada. Tapi bukan utk dibagikan ke publik melainkan untuk konsumsi sendiri. || "Loh, bukannya jejaring sosial memang utk dibagikan ke publik?" | Ya, memang. Tapi tak semua hal lantas dibagikan ke khalayak ramai. Sakit kepala di'update', kena masalah di'update', berdo'a ke Tuhan di'update'. Ganteng dikit, cekrek-cekrek-upload-upload. Warbyasah! || "Kan ga semua status FB begitu, ada yg share info dan berita penting juga?" | Memang, banyak pengguna FB yg bagi info dan berita bermanfaat seperti info akademik dan berita terbaru. | Tapi ironisnya banyak yg kurang teliti, bukannya memberi pengetahuan malah menjerumuskan. | Tengok berapa banyak berita palsu yg mengecoh publik FB, dari pembalut berbahaya buatan Isra*l, air garam menanggulangi asap, ikan lele penyebab kanker, Jackie Chan masuk islam dan yg terbaru adl game Pokemon Go itu bagian dari misi Tatanan Dunia Baru serta konspirasi 'wahyudi'. || "Kalo update status galau ga boleh, upload foto ga boleh, share berita ga boleh, terus gimana donk?" | Bukannya ga boleh tapi perlu dipertimbangkan dg seksama asas kemanfaatan, hati-hati serta selektif, tidak asal post sana-sini. | Statusmu Harimaumu, begitulah kira-kira sikap yg perlu diperhatikan. | Boleh saja update status untuk memotivasi orang, memberi info benar, berdagang jujur, merekam momen kebahagiaan, dll. || "Oh begitu, pantas jarang FBan, jumlah pertemanan juga cuma 317!" | Ssstt, jangan keras", malu sama friend-list adikku yg 14 kali lipat mencapai 4.674. || "Lah kenapa bisa timpang banget sejauh itu?" | Karena teman FB yg segelintir itu benar-benar orang yg aku tahu. | Sebenarnya banyak yg 'add friend', tapi aku biarkan/hapus permintaan, sebab aku tidak kenal, akun palsu, atau setelah aku cek kronologi hanya berisi keresahan dan galau. | Sudah pasti aku 'delcon' bahkan blokir sekalian. || "Lah kenapa sampai blokir segala?" | Karena akun FB tersebut sudah tertular malware&spam sharebaiting/self-xss, akun bernada kebencian dan makian atau akun" palsu otomatis aku blokir. | Sebelum blokir pun aku perhatikan dulu, pengguna FB benar-benar dia atau bukan. || "Hm, jadi begitu, tak sembarangan konfirmasi pertamanan ya? | Yap betul. Sebab boleh jadi teman FB mencelakakan diri. Teliti dan hati-hati. || "Terus pas FBan ngapain aja?" | Sebenarnya banyak hal yg aku pelajari di FB mulai dari agama, politik, psikologi, filsafat, logika, antropologi, dll. | Cuma memang tak selengkap di buku, seringnya malah pengetahuan baru dan terbaru yg tak ada dlm sebuah buku. || "Kog bisa?" Bisa, sangat bisa. FB bisa jadi kelas virtual. | Bukankah belajar bisa dimana saja dan kapan saja? | Aku belajar hukum dan tata negara dari pak @Nadirsyah Hosen, belajar antropologi dan kompleksitas agama dari pak @Sumanto Al Qurtuby, belajar hukum, sosiologi dan feminisme dari bu @Zulfa Nh, dll. Akun terbaru yg aku ikuti adl pak @Mohammad Nasih dg kapasitas pemahaman Al-Qur'an dan politik mumpuni. | Sebenarnya banyak akun" hebat lainnya, tapi akun" diatas yg sering muncul. || "Wah, keren ternyata. Terus alasan lain jarang FBan apa?" | Hm, sebenarnya aku lebih sering 'berselancar' di forum sebelah. Forum belajar apa saja ada. | Dan aku lebih sering membaca artikel dan berita disana, karena ketika ada berita Hoax a.k.a palsu akan segera dibantah dg argumen tandingan yg ilmiah. | Yah, meski memang banyak polemik sana-sini. Akun bocah, Hode, hatters, junker, kisruh berantem di RL, officer yg 'tak seperti dulu kala', dll. | Tetap saja, forum itu asik bagiku. Tahu kan forum apa? || "Eh, forum apaan? Terus selain itu ngapain aja pas internetan?" | Forum yg ada sub DC&Sfth, cari saja. | Ya banyak, ngeblog, maintenance web kelas online www.luthfiy.edu 20.org, update berita dan ilmu pengetahuan, kadang juga update anime, game, film, drama, musik, dll. || "Drama? Drama korea maksudnya? Kpop juga?" | Sssttt.. Kadang ya, kadang. | Eh ngomong", kamu siapa ya? || "Eh, aku??" Iya kamu, siapa lagi coba. | Kepo banget dari tadi! || "A..ku... Sebenarnya... Aku..." | Hadeh, ini bukan FTV, cepat kasih tahu! || "Aku adalah hantu! Kembaran, jin penjaga!" | Eh, hantu??? | Kabuurrr.... -------------- Linimasa memang dunia yg unik. Maya tapi ada, fatamorgana tapi nyata, seperti bayangan tapi berdampak besar. Fenomena 'viral' jadi bukti, terkenal bukan lagi soal karya dan prestasi. Seringnya, kejadian buruk malah terjadi akibat tidak teliti dan hati-hati dlm penggunaan jejaring sosial. Berhati-hatilah.

Sebelum Nama, Sebelum Cerita (oleh Reza A.A Wattimena)

Alkisah, seorang pria sedang berjalan di pasar. | Tiba-tiba, sepotong panah datang dari kejauhan, dan menancap ke lengan kanannya. | Rasa sakit langsung menyengat lengannya, dan kemudian menyebar ke sekujur tubuhnya. Panah tersebut telah melukai tubuhnya. | Sejenak, ia berpikir, “Mengapa ini terjadi padaku? Apa yang telah kuperbuat, sehingga aku layak menerima musibah ini? Andaikan aku istirahat di rumah, tentu saja panah itu tidak akan datang padaku. Bagaimana jika lenganku cacat, dan nanti tubuhku tak sempurna lagi, sehingga para wanita akan meninggalkanku?” | Inilah “panah kedua” yang melukai pikirannya. || Sakit dan Penderitaan || Panah pertama menciptakan rasa sakit pada tubuh. Sementara, “panah kedua” melukai batinnya, atau pikirannya. | Sakit tubuh akan segera lenyap, ketika diberi obat. Sementara, sakit pikiran akan berjalan terus, walaupun sakit tubuh sudah lenyap. | Sakit pikiran menciptakan penderitaan. | Panah pertama adalah fakta kehidupan. | Banyak hal terjadi, tanpa alasan yang jelas. Orang yang rajin berolahraga dan berdiet tiba-tiba meninggal, karena serangan jantung. | Orang yang rajin bekerja dan jujur justru kehilangan pekerjaan dan terhambat karirnya. | Panah kedua adalah cerita yang kita bangun di dalam pikiran kita. Segala bentuk analisis dan penamaan adalah bagian dari cerita tersebut. | Ketika kita mulai memberi nama pada pengalaman kita, misalnya pengalaman sial, kita sudah mulai untuk membuat cerita. | Nama lalu berlanjut pada analisis dan spekulasi yang seringkali menciptakan penderitaan batin yang besar. || Bukan Kenyataan || Penamaan semacam ini bukanlah sesuatu yang alamiah. Ia adalah bentukan sosial. | Kata “pengalaman sial” adalah penilaian kita adalah sebuah peristiwa yang menimpa kita, begitu juga dengan kata pengalaman baik, pengalaman untung, pengalaman sedih, pengalaman traumatis dan sebagainya. | Semua adalah penilaian dari pikiran kita, dan setiap penilaian adalah hasil dari pola pikir kita yang dibentuk oleh pola hidup kita di masa lalu dalam hubungan dengan keluarga dan masyarakat. | Ia bukanlah kenyataan yang sesungguhnya. | Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda, tergantung pola hidupnya. | Bagi beberapa orang, merokok adalah tindakan biasa, dan bahkan membantu pergaulan. | Bagi beberapa orang lainnya, merokok adalah tindakan biadab yang tidak hanya merusak kesehatan di perokok, tetapi juga orang-orang sekitarnya. | Penilaian-penilaian semacam ini muncul dari latar belakang yang berbeda-beda dari si penilai. | Maka, nama bukanlah kenyataan. Pohon tidak pernah bilang, bahwa dirinya adalah pohon. Apel pun juga demikian. | Kata pohon dan apel adalah buatan manusia, dan hanya berlaku untuk manusia. | Sebenarnya, kedua benda itu tidaklah memiliki nama. || Rantai Sebab Akibat || Memberi nama adalah awal dari cerita yang kita rangkai atas peristiwa yang terjadi pada kita. | Membangun cerita adalah awal dari analisis dan spekulasi yang berlebihan. | Analisis dan spekulasi adalah awal dari penderitaan batin yang sebenarnya tak perlu terjadi. | Penderitaan batin adalah awal dari kekerasan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang ataupun mahluk lain. | Di dalam kehidupan, memberi nama pada pengalaman kerap kali diperlukan untuk memahami pengalaman tersebut. | Namun, tindakan ini harus terus disertai dengan kesadaran, bahwa penamaan itu bersifat relatif, rapuh dan terus berubah. | Maka, orang tidak boleh melekat dengan nama dengan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran mutlak. | Memberi nama pada apa yang kita alami adalah sebuah pilihan, dan bukan keniscayaan. | Di dalam hidup, kita tidak bisa menghindari luka. Rasa sakit pun tak bisa dihindari. Akan tetapi, kita selalu bisa menghindari penderitaan dengan tidak memberi cerita dan nama pada luka yang kita alami. | Dengan kata lain, panah pertama tidak bisa dihindari. | Sementara, panah kedua merupakan pilihan kita. || Dikutip dari: rumahfilsafat.com/2016/07/11/sebelum-nama-sebelum-cerita/

Tersenyumlah

Sedekah tidak harus berupa harta atau uang. | Ada sedekah yang sangat mudah untuk kita lakukan, tanpa perlu banyak mengeluarkan tenaga. | Sedekah itu ialah “senyuman”. | Hanya dengan sedikit saja menarik wajah dan bibir sehingga menciptakan sebuah senyuman yang indah dan manis. | Kalaupun kita sulit untuk memberikan senyuman, janganlah sampai menampakkan wajah yang masam dan sinis. | Tampilkan wajah yang indah, menyenangkan, dan menenangkan untuk dipandang, karena menampakkan keceriaan wajah kepada saudara kita akan mendapatkan pahala sama seperti pahala orang yang bersedekah. | Selain memberikan senyuman, alangkah lebih indah dan mulia apabila dibarengi dengan mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim. | Ucapan salam merupakan sapaan terbaik dari pada ucapan-ucapan yang lain, seperti ucapan yang dianggap lebih gaul dan yang lagi tren saat ini. | Karena ucapan salam merupakan doa untuk orang lain. || Dengan salam berarti kita mendoakan keselamatan baginya.

Sawang-sinawang

Imagine, in the middle day when the sun burn out the earth and soil, the wind doesn't blow, and the sweat fall across the cheek and brow. | A pedicab stops in the road side of market, thus a man slept like a log upside while he was waiting a passenger. | At the same time, a ferrari car is parking in front of that pedi cab with a man feels really anxious inside. || Suddenly, his shoulder is clapped by someone, a passenger. | On a half of consciousness, he asks the passenger, where should he deliver her? then, he paddles a pedi cab right away after heared where the place is. | He paddles as strong as possible, thus when he is passing the ferrari car, he thinks in daydream, | "What if i have a car like that, surely i don't heat under sun, tired and exhausted, what if....." | Whereas, a man inside the car think also, while he is seeing the pedi cab, | "Ah, it seems nice, if i can sweat with the job like that, ya it's tired but it looks like he is happy, he can sleep though in the crowded condition like this, what if...." || Oftentimes, life is just like an owner of pedi cab and car. They want to turn a life what they want., they feel other lives are better than themselves, and they think a problem which comes alternately is too hard for them. | But thank to God for the entire gift can heal that feeling. Thank to God for the blessings, healthy, happiness, even safe in every single day. || ‪#Be ‬grateful, Happiness will come to you

Do I really want to be?

Sometimes, i want this country to be like those are, strong like America, discipline like Japan, great like England, and clean like New Zealand. | But, do i really want to be like those country? which the society work on full day, buy a house for their servant, eat as fast as possible, even go insane with stress fill the brain. || Whereas this country, smile is still seen in everywhere, laugh is still heared in every place, and togetherness is still related among people. Do i really want to be like those country?

Apa yang akan kau lakukan?

Seringkali, hidup tak sejalan dengan harapan, sehingga kegagalan menjadi keputusasaan. | Lantas apa yang akan kau lakukan? Berdiam, menangis, pasrah. Atau mungkin, berjalan lagi dengan perlahan, dan menatap masa depan, dengan kuat dan mantap?

- Copyright © The Pieces of My Life - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -